Sebanyak 128 item atau buku ditemukan

Sosiologi pendidikan

struktur & interaksi sosial di dalam institusi pendidikan

On educational sociology in Indonesia.

On educational sociology in Indonesia.

Berkah Islam Indonesia

ISLAM adalah agama dakwah. Agama yang menuntun umatnya (muslim) untuk bisa mengajak kebaikan kepada segenap umat manusia di semesta alam. Begitulah tugas Muhammad pasca 'dilantik' oleh Allah menjadi utusan-Nya (Rasulullah). Sebagai Rasul, Muhammad saw., diberi wahyu bukan hanya untuk dirinya, melainkan juga untuk orang lain, umatnya di dunia. Jalan dakwah rahmatan lil’âlamîn adalah jalan dakwah yang dipilih Muhammad saw., yakni jalan dakwah yang merahmati (mengasihi) alam semesta. Begitu juga dengan para ulama (wali songo, kiai, ustaz, dan pemuka agama lainnya) di Indonesia, mereka memilih jalan dakwah yang damai, sekaligus bisa memadukan antara dimensi keislaman dan keindonesiaan. Dakwah Islam Indonesia pun dilanjutkan Gus Dur (Alm. KH. Abdurrahman Wahid), Cak Nur (Alm. Prof. Dr. Nurcholish Madjid), Prof. Dr. Ahmad Syafi'i Ma'arif, Prof. Dr. M. Quraish Shihab, Dr. KH. Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), Emha Ainun Najib (Cak Nun), dan termasuk oleh Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, M.A., bersama Mamang Muhamad Haerudin melalui buku ini, “Berkah Islam Indonesia: Jalan Dakwah Rahmatan Lil-'âlamîn.” Buku ini akan menunjukkan jalan Islam yang merangkul, bukan Islam yang memukul. Islam yang mengasihi, bukan Islam yang membenci. Islam yang mengapresiasi, bukan Islam yang mendiskriminasi. Islam yang pluralis, bukan Islam yang rasis. Selamat membaca!

Dr. KH. Said Aqil Siradj, M.A., bersama Mamang Muhamad Haerudin melalui buku ini, _Berkah Islam Indonesia: Jalan Dakwah Rahmatan Lil-'âlamîn._ Buku ini akan menunjukkan jalan Islam yang merangkul, bukan Islam yang memukul.

Cermin Hati: Satu Akhlak Al-Karimah, Sejuta Hikmah

Gus Mus pernah bilang, “Kalau kita ingin melihat wajah kita sendiri, biasanya kita bersendiri dengan kaca ajaib yang lazim kita sebut cermin. Dari cermin itu kita bisa melihat dengan jelas apa saja yang ada di wajah kita; baik yang menyenangkan maupun yang tidak. Bahkan mungkin membuat kita malu.” Sungguh, kalau kita renungkan, makna dawuh Gus Mus tersebut begitu dalam. Nabi Muhammad saw., sendiri pernah bersabda, “Al-Mu’minu mirah al-mu’min” (Orang mukmin adalah cermin orang mukmin lain). Atau juga “Inna ahadukum mirah alakhikhi” (Sesungguhnya salah seorang di antara kamu adalah cermin saudaranya). Maka dari itu, melalui buku ini kita akan diajak untuk belajar bersyukur, bermuhasabah, dan lain-lain, karena hidup memang harus disyukuri dan dimaknai. Insya Allah, kita akan menemukan cermin hati yang memantulkan pribadi baik kita dan saudara-saudara kita. Menjadi manusia yang saling bercermin satu sama lain untuk kebaikan sesama dan bersama. Cermin yang bening akan akhlak al-karimah dan memantulkan sejuta hikmah. Mumpung masih hidup di dunia, mari kita nandur kebaikan biar nanti kita panen di akhirat. Mari menanam kebaikan di dunia, untuk menuai kebaikan di akhirat. Seperti kata pepatah, al-dunya mazra’ah al-akhirat (dunia itu ladang akhirat). Oleh karena itu, man yazra’ yahshud! Siapa menanam, maka menuai! Selamat membaca.

Gus Mus pernah bilang, “Kalau kita ingin melihat wajah kita sendiri, biasanya kita bersendiri dengan kaca ajaib yang lazim kita sebut cermin.

Perempuan dalam kuasa patriarki

Lina Meilinawati Baban Banita Menurut Fromm, perempuan dahulu dominan
dalam sistem sosial dan dalam sistem keluarga. Hal itu dapat dilihat jejakjejak
dominasinya dalam berbagai sistem kekeluargaan, salah satunya pada Kitab
Perjanjian Lama. (Fromm, 2002, 1976) Pendapat Fromm, dalam cara pandang
yang berbeda, dikemukakan juga oleh Engels. Menurut Engels, sebelum sistem
patriarki terbentuk, perempuan memiliki kekuasaan komunal; dalam komunitas
tersebut ...

Naskah-naskah tauhid di Indonesia bagian Barat dan kekayaan khazanah karya-karya ulama Indonesia

Tindak-tindak pidana tertentu di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana

Jika orang tidak menganut suatu agama, ia dapat mengucapkan janji bahwa ia
tidak akan menerangkan yang sebetulnya dan tidak berlainan dengan yang
sebetulnya. Kekuatan atau ... Jadi sumpah itu dapat juga dituliskan sesudah
menyatakan pendapatnya atau keterangannya, yang menjadi isi acara itu.
Keterangan di Bawah ... Cara-caranya bersumpah imenurut peraturan agama
masing-masing, umpamanya seorang saksi dalam sidang pengadilan.
Keterangan dengan tulisan ...