Sebanyak 2011 item atau buku ditemukan

Tata Rias Pengantin ACEH Tradisional & Modifikasi

"""Indonesia adalah negeri yang sangat kaya. Setiap daerah menyimpan kearifan lokal yang bernilai seni tinggi dan adiluhung, yang tercermin dalam setiap aspek kehidupan masyarakatnya dari Sabang sampai Merauke. Salah satu yang menunjukkan kekayaan budaya di Indonesia adalah seni tata rias dan adat pernikahan pengantin se-antero Nusantara. Setiap daerah di setiap provinsi ternyata memilki jenis tata rias pengantin dan adat penikahan yang berbeda. Buku ini bercerita tentang kekayaan tradisi pernikahan dan seni tata rias pengantin yang ada di setiap kabupaten dan etnis di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Tidak banyak yang tahu bahwa setiap kabupaten di Aceh ternyata memiliki jenis tata rias dan busana pengantin yang berbeda, di antaranya Aceh Besar/Aceh Rayeuk, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Barat, Aceh Selatan, Aceh Tenggara, dan Gayo Lues. Tak banyak yang mau dan mampu mengulasnya serta menyusun informasi yang ada ke dalam sebuah buku. Buku ini disusun oleh Cut Marlyn Wood, seorang wanita Aceh asli yang berdomisili di Jakarta yang mengenal dan mengerti komponen dalam tata rias pengantin Aceh beserta adatnya. Buku ini akan menjadi salah satu dokumentasi apik dari seni budaya Aceh, agar bisa dinikmati keindahannya serta dilestarikan oleh generasi mendatang."""

Setelah Putri Nian Nio Lian Khi masuk Islam, atas persetujuan permaisurinya,
Meurah Johan menikahi putri tersebut, yang kemudian dikenal dengan sebutan
Putroe Neng. ... Beliau turut menyusun Undang-undang Negeri sehingga
terkenal sebuah pameo yang berbunyi: "Adat bak Po Teumeureuhom" ("
Stabilitas Kerajaan eksklusif]") "Hukum bak Syiah Kuala" ("Hukum Fatwa Ulama]"
) "Kanun bak Putro Pahang"("Peraturan Putri Pahang/Permaisuri Sultan Iskandar
Muda [1607-1636 ] ...

Ufo Matrix #10

UFO MATRIX is not just a magazine about UFOs, it is also a magazine about the wider implications of UFO Culture. It examines the history and the mystery of the subject in depth, bringing on board the cream of the world's UFOlogical and Fortean researchers. Editor Jon Downes has been a central figure of British paranormal and Fortean research for several decades, and is one of the best known British researchers and authors in the field. Contributors include veteran researchers such as Nick Redfern, Richard Freeman, Malcolm Robinson, Dr Andrew May and Ronan Coghlan. At last a valid UFOlogical magazine for the 21st Century less

Contributors include veteran researchers such as Nick Redfern, Richard Freeman, Malcolm Robinson, Dr Andrew May and Ronan Coghlan. At last a valid UFOlogical magazine for the 21st Century less

Ufo Matrix #11

UFO MATRIX is not just a magazine about UFOs, it is also a magazine about the wider implications of UFO Culture. It examines the history and the mystery of the subject in depth, bringing on board the cream of the world's UFOlogical and Fortean researchers. Editor Jon Downes has been a central figure of British paranormal and Fortean research for several decades, and is one of the best known British researchers and authors in the field. Contributors include veteran researchers such as Nick Redfern, Richard Freeman, Malcolm Robinson, Dr Andrew May and Ronan Coghlan. At last a valid UFOlogical magazine for the 21st Century.

Contributors include veteran researchers such as Nick Redfern, Richard Freeman, Malcolm Robinson, Dr Andrew May and Ronan Coghlan. At last a valid UFOlogical magazine for the 21st Century.

Cermin Hati: Satu Akhlak Al-Karimah, Sejuta Hikmah

Gus Mus pernah bilang, “Kalau kita ingin melihat wajah kita sendiri, biasanya kita bersendiri dengan kaca ajaib yang lazim kita sebut cermin. Dari cermin itu kita bisa melihat dengan jelas apa saja yang ada di wajah kita; baik yang menyenangkan maupun yang tidak. Bahkan mungkin membuat kita malu.” Sungguh, kalau kita renungkan, makna dawuh Gus Mus tersebut begitu dalam. Nabi Muhammad saw., sendiri pernah bersabda, “Al-Mu’minu mirah al-mu’min” (Orang mukmin adalah cermin orang mukmin lain). Atau juga “Inna ahadukum mirah alakhikhi” (Sesungguhnya salah seorang di antara kamu adalah cermin saudaranya). Maka dari itu, melalui buku ini kita akan diajak untuk belajar bersyukur, bermuhasabah, dan lain-lain, karena hidup memang harus disyukuri dan dimaknai. Insya Allah, kita akan menemukan cermin hati yang memantulkan pribadi baik kita dan saudara-saudara kita. Menjadi manusia yang saling bercermin satu sama lain untuk kebaikan sesama dan bersama. Cermin yang bening akan akhlak al-karimah dan memantulkan sejuta hikmah. Mumpung masih hidup di dunia, mari kita nandur kebaikan biar nanti kita panen di akhirat. Mari menanam kebaikan di dunia, untuk menuai kebaikan di akhirat. Seperti kata pepatah, al-dunya mazra’ah al-akhirat (dunia itu ladang akhirat). Oleh karena itu, man yazra’ yahshud! Siapa menanam, maka menuai! Selamat membaca.

Gus Mus pernah bilang, “Kalau kita ingin melihat wajah kita sendiri, biasanya kita bersendiri dengan kaca ajaib yang lazim kita sebut cermin.