Sebanyak 1655 item atau buku ditemukan

Sejarah Al-Quran

Judul : Sejarah Al-Quran Penulis : Ahmad Sarwat, Lc., MA Terbit : Fri, 1 May 2020 Halaman : 54 hlm. Kategori : Ilmu Al-Quran & Tafsir Views: 18.558 views Share: | 511 Daftar Isi Muqadimah Bab 1 : Nuzulul-Quran A. Periode Pertama B. Periode Kedua Bab 2 : Penulisan Al-Quran di Masa Nabi 1. A-Quran Turun Tidak Dalam Bentuk Tulisan 2. Kitab Terdahulu Berupa Tulisan 3. Bangsa Yang Ummi 4. Para Penulis Wahyu 5. Media Penulisan 6. Huruf Yang Unik 7. Bernilai Tauqifi 8. Seluruh Ayat Sudah Turun Lengkap 9. Jibril Lebih Sering Turun Bab 3 : Penyusunan di Masa Abu Bakar 1. Pengumpulan Al-Quran 2. Usulan Dari Umar 3. Perang Yamamah Sebagai Pemicu 4. Awalnya Abu Bakar Menolak 5. Detail Proyek 6. Penugasan Zaid bin Tsabit 7. Masa Pengerjaan Bab 4 : Standarisasi di Masa Utsman 1. Latar Belakang Penyebab 2. Reaksi dan Tindakan Utsman 3. Beberapa Versi Mushaf Utsmani 4. Pengiriman Mushaf 5. Pembakaran Mushaf Shahabat Penutup ᅠ ᅠ

Judul : Sejarah Al-Quran Penulis : Ahmad Sarwat, Lc., MA Terbit : Fri, 1 May 2020 Halaman : 54 hlm.

Peristiwa Israk & Mikraj - Antara Ketulenan Wahyu dan Pemalsuan Sejarah

Mendukacitakan apabila wujudnya para penceramah dan tukang cerita yang sengaja menambah-nambah cerita yang sebenarnya tidak ada di dalam kisah Israk Mikraj, sehingga mencacatkan kisah ini dari sudut akademik. Kadang kala ia dilakukan kerana kejahilan, namun lebih malang apabila ia sengaja direka dengan tujuan menambah emosi di dalam cerita. Penulisan ini berusaha membuktikan perkara berikut: (1) Israk dan Mikraj berlaku secara jaga, bukan mimpi. (2) Hadis Sahih berkaitan peristiwa Israk Mikraj (3) Hikmah Peristiwa (3) Cerita Tidak Sahih Berkaitan Israk dan Mikraj

Mendukacitakan apabila wujudnya para penceramah dan tukang cerita yang sengaja menambah-nambah cerita yang sebenarnya tidak ada di dalam kisah Israk Mikraj, sehingga mencacatkan kisah ini dari sudut akademik.

Cara Mudah Memahami Sejarah Islam

Penulis memberi nuansa baru dalam buku ini. Antara lain, ia memberi pengantar ringkas tentang bagaimana meneliti dan menulis sejarah secara umum, dan bagaimana para penulis menguraikan penulisan sejarah Islam di Indonesia pada khususnya. Pendekatan kawasan dipakai untuk menguraikan buku ini, seperti kawasan Arab, Spanyol Islam, Turki, Persia, Asia Selatan (India dan Pakistan), serta Asia Tenggara (terutama Indonesia). Ia juga memakai pendekatan kronologi, suatu unit yang pokok dalam menulis sejarah, yang meliputi masa sebelum Islam hingga masa abad ke-20 M. Pendekatan dinasti juga digunakannya, seperti jatuh dan bangunnya dinasti yang memerintah di masanya (Umaiyah, Abbasiyah, Turki Utsmani, Safawiyah, dan Mughal). Pendekatan tematik juga ada di buku ini, antara lain membicarakan peradaban Islam di Andalusia (Spanyol Islam), Perang Salib, dan lain-lain. Penulis juga memaparkan Islam di Indonesia, yakni periode sebelum Kemerdekaan dan sesudah Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945, dengan mengulas beberapa buku yang ditulis oleh para ahli tentang Indonesia, seperti Steenbrink, Deliar Noer, dan lain-lain. Mahasiswa Jurusan atau Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI) atau khalayak umum perlu membaca buku ini untuk menambah wawasan kesejarahan. Semoga bermanfaat!

Hijrah pertama pada tahun kelima setelah kenabian ini diikuti oleh sebelas pria
dan empat wanita, dengan dipimpin oleh Utsman bin Mazh'un. Beberapa bulan
kemudian, Muslimin hijrah ke Habasyah lagi dengan diikuti 80 pria dan satu ...

Seniman Dakwah Potret Da’i Berwawasan Sosio-Antropologi

Buku ini diangkat dari riset fenomenologis atas kiprah seorang da’i kenamaan Jawa Barat, Kiai Zainal Abidin, yang banyak menggunakan pendekatan seni dalam kegiatan dakwahnya. Kematangannya dalam membaca peta sosio-antropologis masyarakat dakwah yang dimasukinya, membuat dirinya bisa diterima di semua strata. Terlebih dengan pendekatan seni yang digunakannya, membuat masyarakat lebih mudah menerima setiap pesan dakwah yang dibawakannya Ketajaman analisis Pak Zainal dalam membongkar penyakit-penyakit sosial yang disajikannya dalam bahasa da’wah, ternyata tidak mengurangi dimensi seni yang sesungguhnya merupakan hak milik setiap individu. Bukan hal yang dibuat-buat jika dalam ceramah-ceramah keagamaannya Pak Zainal selalu memasukan unsur seni yang berfungsi bukan saja sebagai penyegar suasana tapi juga pembungkus substansi ajaran yang bagi sebagian orang masih terasa pahit. Penyampaian ajaran seperti ini pula yang sejak pertama kali Islam memasuki Nusantara mulai diperkenalkan para wali, pedagang Muslim dan para penyebar Islam lainnya. Bagi Pak Zainal, pendekatan kultural dalam dakwah seperti ini dipandang relevan terutama karena dakwah bertujuan menanamkan nilai-nilai, dan bukan sekedar menginformasikan sesuatu ajaran. Kata “perubahan” yang melekat pada tujuan dakwah menunjukan suatu proses menyeluruh, meliputi seluruh aspek kehidupan, mulai dari perubahan kognisi, sikap dan perilaku. Karena itu, proses dakwah berlangsung secara terus menerus (on-going process), menembus zaman dan keadaan. Dakwah menjadi “pribumi” di mana pun dan kapan pun. Sehingga kehadirannya pun tidak bisa diukur secara normatif sebagai wujud yang taken for granted. Melalui proses adaptasi serta dialog-dialog yang bermakna dengan keadaan, usaha dakwah senantiasa mensejarah dalam dataran kultur sesuatu masyarakat. Di sinilah Pak Zainal menemukan habitat dakwahnya yang “nyeni” dan “nyunda” tapi tetap “nyakola” sehingga mudah diterima masyarakat desa maupun kota. Pak Zainal juga tampak menikmati profesi da’i, sambil menawarkan pola-pola dakwah yang lebih santun mengajak umat, tapi tetap bersahabat dengan kebudayaan setempat. Seniman Dakwah Potret Da’i Berwawasan Sosio-Antropologi ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak*

Seniman Dakwah Potret Da’i Berwawasan Sosio-Antropologi ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak*