Sebanyak 578 item atau buku ditemukan

Antologi kajian pemikiran Islam

kumpulan abstrak hasil penelitian tahun 2004

Populasi dan Sampel Polulasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas
Dakwah dan Komunikasi UIN Jakarta ... Variabel Penelitian Berdasarkan
kerangka teori dalam penelitian ini maka ditetapkan dua variabel yaitu variabel ...

Islam and the Politics of Secularism

The Caliphate and Middle Eastern Modernization in the Early 20th Century

This book examines the process of secularization in the Middle East in the late 19th and early 20th century through an analysis of the transformation and abolition of Islamic Caliphate. Focusing on debates in both the center of the Caliphate and its periphery, the author argues that the relationship between Islam and secularism was one of accommodation, rather than simply conflict and confrontation, because Islam was the single most important source of legitimation in the modernization of the Middle East. Through detailed analysis of both official documents and the writings of the intellectuals who contributed to reforms in the Empire, the author first examines the general secularization process in the Ottoman Empire from the late 18th century up to the end of the 1920s. He then presents an in-depth analysis of a crucial case of secularization: the demise of Islamic Caliphate. Drawing upon a wide range of secondary and primary sources on the Caliphate and the wider process of political modernization, he employs discourse analysis and comparative-historical methods to examine how the Caliphate was first transformed into a "spiritual" institution and then abolished in 1924 by Turkish secularists. Ardıç also demonstrates how the book’s argument is applicable to wider secularization and modernization processes in the Middle East. Deriving insights from history, anthropology, Islamic law and political science, the book will engage a critical mass of scholars interested in Middle Eastern studies, political Islam, secularization and the near-global revival of religion as well as the historians of Islam and late-Ottoman Empire, and those working in the field of historical sociology and the sociology of religion as a case study.

[Thus] both elements are equally important. (1917: 459) However, he also knew
that the classical theory of the Caliphate did not include a strong reference to “the
public's interest” as a factor limiting the ruler's authority. The fact that classical
Islamic legal theory did not see public interest as a major factor in governance
required Seyyid Bey's further intervention through another discursive technique:
transplanting a pair of familiar concepts from Islamic law, which were not directly
related ...

Pokok-pokok pikiran mengenai penyelesaian konflik agraria

hasil lokakarya persiapan menuju pembentukan Komisi Nasional untuk Penyelesaian Konflik Agraria (KNUPKA), Carita, Banten 13-14 Januari 2004

Efforts to solve conflict and land disputes in Indonesia.

HuMa punya visi mewujudkan sistem hukum yang berbasis masyarakat yang
didasari oleh nilai-nilai Hak Asasi Manusia (HAM), keadilan, keberagaman
budaya dan kelestarian ekosistem di Nusantara. Misinya: (1 ) Terlaksananya
pembaharuan hukum tanah dan sumberdaya alam lainnya berbasis masyarakat
dan ekologis; (2) Berkembangnya filosofi, teori dan metodologi penelitian hukum
alternatif (kritis - rakyat untuk mendukung pembaharuan hukum dan sumberdaya
alam ...

Olimpiade Sains

Olimpiade Matematika Internasional, Olimpiade Sains Nasional, Olimpiade Sains Nasional 2010

Sumber: Wikipedia. Halaman: 23. Bab: Olimpiade Matematika Internasional, Olimpiade Sains Nasional, Olimpiade Sains Nasional 2010, Olimpiade Matematika Internasional 1968, Olimpiade Matematika Internasional 1973, Olimpiade Matematika Internasional 1970, Olimpiade Matematika Internasional 1967, Olimpiade Matematika Internasional 1972, Olimpiade Matematika Internasional 1969, Olimpiade Fisika Internasional, Olimpiade Matematika Internasional 1971, Olimpiade Matematika Internasional 1966, Olimpiade Matematika Internasional 1965, Olimpiade Matematika Internasional 1964, Olimpiade Matematika Internasional 1963, Olimpiade Matematika Internasional 1959, Olimpiade Matematika Internasional 1962, Olimpiade Matematika Internasional 1961, Olimpiade Kimia Internasional, Olimpiade Sains Junior Internasional, Olimpiade Matematika Internasional 1960, Olimpiade Sains Internasional, Olimpiade Sains Nasional 2007, Olimpiade Biologi Internasional. Kutipan: Olimpiade Matematika Internasional (Inggris: International Mathematical Olympiad/IMO) adalah sebuah pertandingan matematika tahunan untuk siswa-siswa SMA. Ini adalah olimpiade sains internasional tertua. OMI pertama diselenggarakan di Rumania pada 1959. Sejak itu, OMI telah diselenggarakan setiap tahun kecuali pada 1980. Sekitar 90 negara mengirimkan timnya yang terdiri atas (paling banyak) enam siswa masing-masing (ditambah seorang pemimpin tim, satu wakil pemimpin tim dan pengamat-pengamat). Tim-tim ini tidak semuanya diakui - semua angka hanya diberikan kepada peserta masing-masing. Para peserta harus berusia di bawah 20 tahun dan tidak boleh pernah menempuh pendidikan pasca-sekolah menengah. Sejauh memenuhi syarat-syarat ini, seorang peserta dapat ikut serta berapa kalipun dalam OMI. Kertas tesnya terdiri atas enam problema, dengan masing-masing problema bernilai 7 angka. Jadi total nilainya 42. Ujian ini diselenggarakan dalam dua hari berturut-turut; peserta diberi waktu empat setengah jam untuk memecahkan tiga problema seti...

Sumber: Wikipedia.

Pengaturan hukum kepariwisataan Indonesia

berdasarkan General Agreement on Trade in Services/WTO dikaitkan dengan Undang-Undang no. 10 tahun 2009 Tentang Kepariwisataan

Legal aspects of tourism in Indonesia.

Legal aspects of tourism in Indonesia.

Pengaturan Hukum Kepariwisataan Indonesia

berdasarkan General Agreement on Trade in Services/WTO dikaitkan dengan Undang-Undang no. 10 tahun 2009 Tentang Kepariwisataan

Legal aspects of tourism in Indonesia.

Legal aspects of tourism in Indonesia.

Kebebasan, negara, pembangunan

kumpulan tulisan, 1965-2005

Issues on political, government, cultural, film, and mass media development in Indonesia; collected articles previously published from 1965 to 2005.

Gus Mus secara eksplisit menyatakan bahwa dia setuju dengan sikap saya,
karena dia berpendapat bahwa memaafkan dan menghormati kebebasan
manusia adalah dasar dari agama Islam. Pendapat yang sama dinyatakan juga
oleh yang hadir. Saya katakan, sikap ini perlu kita kembangkan di kalangan
generasi muda. Persoalan yang tercakup dalam pembentukan sikap ini, bukan
sekadar mendukung atau menolak Pramoedya Ananta Toer mendapatkan
Hadiah Magsaysay, ...