"Setiap sifat, sikap, dan tindakan yang dicontohkan Rasullulah Muhammad saw sepanjang hidupnya adalah teladan holistik yang tidak pernah diragukan. Bisnis Islami harusnya dilandaskan pada ketakwaan kepada Allah Swt, jauh dari serakah, sombong, dan congkak atau menghalalkan segala cara dan mencontoh sifat-sifat Rasullulah. Namun sekarang bisnis yang dijalankan oleh sebagian besar manusia sekarang ini jauh dari teladan Rasullulah. Buku ini ingin kembali mengingatkan kita, umat Muslim untuk kembali mencontoh teladan Rasullulah dalam menjalankan bisnis. "
sebuah rumah tangga yang dibangun atas dasar cinta kepada Allah Swt. Rumah tangga sakinah mawadah warrahmah yang menaungi seluruh istri dan putra-
putrinya. Kebahagiaan yang dicapai dalam keluarga rasul adalah kebahagiaan ...
"""Salah satu yang membuat orang selalu tegar dalam menghidupi masalah adalah dukungan keluarga. Mantan ketua KPK ini, selain mendapat dukungan keluarga juga dianggap sebagai sosok yang paling dibanggakan. Apalagi ada anggapan di kalangan masyarakat bahwa sosok Antasari identik dengan KPK, karena beliau sangat gencar dan tanpa takut memberantas korupsi. Investigasi dalam buku ini akan menyingkap banyak sisi yang selama ini mungkin tak diketahui publik: + Pembentukan dan kinerja KPK; + Sepak terjang Antasari dan citra KPK di mata masyarakat; + Seberapa kuat KPK tanpa Antasari; + Konspirasi apa yang dirancang oleh para koruptor untuk menyingkirkan orang-orang yang hendak menghalangi aksi mereka; + Dan lain-lain. """
"Guru adalah tenaga profesional mempunyai fungsi, peran, dan kedudukan yang sangat penting dalam mencapai visi pendidikan 2025 yaitu menciptakan insan Indonesia cerdas dan kompetitif. Sebagai tenaga profesional guru dituntut ahli dan memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan kompetensi profesional. Maka guru perlu terus mengembangkan keprofesionalannya secara berkelanjutan. Tidak dapat dipungkiri bahwa selama ini pengembangan profesi guru dalam kaitannya dengan kenaikan pangkat mengalami banyak kendala. Kendala mendasar yang dialami guru adalah akibat rendahnya kemampuan guru melakukan penelitian tindakan kelas dan rendahnya “budaya menulis” di kalangan guru. Namun, rendahnya kemampuan guru melakukan penelitian tindakan kelas dan rendahnya “budaya menulis” di kalangan guru tersebut disadari bukan karena guru tidak memandang perlu perbaikan dalam pembelajaran, dan bukan pula karena guru tidak mengetahui membuat karya tulis atau karya publikasi ilmiah yang bernama PTK. Masalah yang mendasar, adalah guru sering kebingungan tentang bagaimana menulis? dari mana mengawali menulis? serta apa yang harus ditulis dalam sebuah proposal atau Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)."
Tidak dapat dipungkiri bahwa selama guru melakukan proses salah pemelajaran
pemelajaran yang dan dihadapi, penilaian baik menemukan / GC yang masalah-
maoleh siswa yang menyebabkan tidak kompetitif, maupun yang buhkan ...