Sebanyak 350 item atau buku ditemukan

Convergentive Design Kurikulum Pendidikan Pesantren (Konsepsi dan Aplikasinya)

Buku ini terdiri dari tujuh bab, yaitu pertama pendahuluan yang berisikan latar belakang dan pembahasan yang berhubungan dengan Convergentive Design Kurikulum Pendidikan Pesantren (Konsepsi dan Aplikasinya), bab kedua berisi pembahasan tentang kurikulum, bab ketiga membahas tentang pengembangan kurikulum, bab keempat berisi tentang kurikulum pendidikan Islam, bab kelima membahas tentang pondok pesantren, bab keenam berisi tentang implementasi Convergentive Design Kurikulum Pendidikan Pesantren di Pondok Pesantren Al-Azhaar Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan, bab ketujuh adalah penutup yang berisi kesimpulan.

Karel A. Steenbrink dalam buku, ”Pesantren Madrasah Sekolah: Pendidikan
Islam dalam Kurun Moderen”.11 Dalam buku ... pendidikan yang dualis, situasi
pendidikan Islam pada awal abad ke20, pembaharuan pendidikan Islam di
Indonesia ...

Konsep dan Implementasi Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar

Kurikulum 2013 saat ini tengah marak diperbincangan oleh sebagian besar masyarakat, terlebih bagi para pelaku pendidikan, baik itu terkait latar belakang kemunculannya, uji coba pelaksanaan di lapangan hingga pada persoalan evaluasinya. Beberapa kalangan menyambut baik terhadap kebijakan ini, namun tidak sedikit pula yang menolaknya. Pada dasarnya kurikulum 2013 ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Sebagai kaum terdidik, dalam menentukan kelayakan dan kepatutan terhadap kebijakan baru perlu dipelajari secara seksama, dipahami kemudian menunggu hasil dari uji coba pelaksanaan tersebut. Namun kenyataannya, banyak di antara kita lebih mengomentari terhadap kebijakan baru sebelum mengetahui dan menkajinya. Sekolah dasar sebagai sebuah institusi pendidikan yang notabennya menjadi salah satu pelaksana kurikulum 2013 diharapkan mampu melaksanakan secara baik. Selain itu, sekolah perlu memahami secara cermat terkait konsep, perencanaan, proses pembelajaran sampai tahap evaluasi. Dengan demikian, keberadaan kurikulum 2013 semakin dapat meningkatkan kompetensu guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran

Kurikulum 2013 saat ini tengah marak diperbincangan oleh sebagian besar masyarakat, terlebih bagi para pelaku pendidikan, baik itu terkait latar belakang kemunculannya, uji coba pelaksanaan di lapangan hingga pada persoalan evaluasinya.

Strategi Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Soft Skill

Upaya reformasi pendidikan, baik secara revolusi maupun revolusif, tidak mungkin terwujud tanpa melakukan pembenahan pada sisi manajemennya dan strategi dalam mengimplementasikan kurikulum berbasis soft skill. Institusi pendidikan harus mampu tampil bermuatan akademik dan vokasional yang orsinal, tidak dibelenggu oleh kemauan struktur yang lebih mengutamakan kekuasaan ketimbang menjadikan sebuah sistem yang cerdas. Sejalan dengan semangat desentralisasi pemerintahan yang berimplikasi terhadap pendidikan, semua komponen masyarakat memiliki kesempatan untuk terlibat dan berkonstribusi dalam pencapaian tujuan pendidikan nasional. Berkaitan dengan itu semua komponen yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan di harapkan memiliki wawasan tentang permasalahan dan tantangan, alternatif, solusi atau strategi, kemampuan mengkaji, komitmen dan budaya saling menghargai gagasan atau argumen-argumen yang relevan dalam mencapai efektivitas dan efisien pembangunan pendidikan. Menyikapi hal ini maka kemajuan yang harus dapat diwujudkan dengan proses pembelajaran yang bermutu dan menghasilkan lulusan yang berwawasan luas, profesional, unggul, berpandanagan jauh kedepan serta memiliki percaya dan harga diri yang tinggi. Untuk mewujudkan hasil tersebut, diperlukan strategi yang tepat, di antaranya adalah bagaimana mengembangkan kompetensi siswa berdasarkan kemampuan, sikap, sifat, serta tingkah laku siswa, sehingga siswa menyenangi proses pembelajaran untuk meningkatkan taraf hidup bangsa sesuai dengan tujuan pendidikan nasional pada umumnya dan tujuan sekolah pada khususnya.

baik dan bagian mana yang belum baik sehingga belum mencapai tujuan dari
pengembangan media pembelajaran. Penilaian terhadap media pembelajaran
dimaksudkan untuk mengetahui tingkat keefektifan penggunaanya.

Pembinaan Dan Penilaian Kesesuaian Modul Pembelajaran Kendiri Alat Muzik Yangqin Untuk Pendidikan Muzik Tingkatan Empat, Kurikulum Bersepadu Sekolah Menengah Malaysia

The study was conducted to develop and evaluate the applicable of self-learning module on the techniques of playing Yangqin as a music subject for form four sylabbus. Model Teras-Cabang Shaharom (1994) instructional design model was applied to develop this module. This study gained the data through structured interview techniques, documents and questionnairs. The finding indicated the basic skills of playing Yangqin including posture, techniques of playing the Yangqin, holding technique of the bamboo beater and exercising other fundamental techniques.

Model Teras-Cabang Shaharom (1994) instructional design model was applied to develop this module. This study gained the data through structured interview techniques, documents and questionnairs.

Strategi Implementasi Pendidikan Sesuai Kurikulum 2013 di jenjang SMK

Pengembangan kurikulum di era otonomi daerah

dari kurikulum 2004, 2006, ke kurikulum 2013

On changes and development of curriculum of education in Indonesia.

On changes and development of curriculum of education in Indonesia.