Hajjar Gibran yang terpukul oleh kematian kakaknya lantas terpuruk dalam lubang kegelapan sampai ia masuk penjara. Hidupnya berubah ketika ia mengalami perjalanan spiritual yang membawanya melihat kembali ke asal-usulnya dari garis keturunan Gibran. Melalui seorang laki-laki yang kerap hadir di kala keraguan menghampirinya, Hajjar mendapat pencerahan.
Segalanya di tempat mempesonakan ini bergetar bagaikan dawai-dawai celo di
tangan seorang maestro. Waktu mengiringiku dengan sentuhan khayangan
melewati gundukan batu dan jurang hingga sore hari, setiap langkah
menanamkan ...