Sebanyak 9199 item atau buku ditemukan

Lokalisierungsstrategien fr Internetseiten: Kulturspezifische Merkmale bewusst einsetzen oder bewusst vermeiden

Die Lokalisierung befasst sich mit dem Anpassen einer Oberfl„che oder Publikation auf eine Zielgruppe oder Zielkultur. Dabei stellt sich unweigerlich die Frage, welche Kulturunterschiede beachtet werden mssen. Hier gibt es offensichtliche Unterschiede wie z.B. eine andere Sprache, aber auch subtile Unterschiede, wie andere Wertvorstellungen und Vorlieben, ein anderes Empfinden fr Farben, r„umliche Aufteilung und viele mehr. In bisherigen Diskussionen um diese subtilen Unterschiede wird oft undifferenziert gefolgert, diese Unterschiede k”nnten entweder ganz bergangen werden oder mssten bis ins kleinste Detail bercksichtigt werden. Dieses Buch geht einen anderen Weg. Es versteht Kulturmerkmale als Hindernis und Chance zugleich ? als ein Instrument, das angewendet werden kann, um bestimmte Kommunikationsziele zu erreichen. Es zeigt auf, dass es verschiedene Strategien zum Umgang mit Kultur in der Lokalisierung gibt und pl„diert dafr, die jeweilige Strategie vom Kontext und dem gewnschten Effekt abh„ngig zu machen. Dabei wird zwischen verschiedenen Kommunikationszielen unterschieden. Eine rationale Informationsbermittlung (Informationsbotschaft) ist anders zu behandeln als eine Eindrucksvermittlung (Emotionsbotschaft). Grunds„tzlich k”nnen kulturelle Eigenheiten entweder gezielt genutzt werden (Einsatzstrategie), oder umgangen werden, um m”glichen Problemen aus dem Weg zu gehen (Vermeidungsstrategie). Dies gilt auch fr die subtilen Merkmale einer Kultur. Auch diese k”nnen bewusst angewendet oder vermieden werden ? wie dieses Buch zeigt. Es widerspricht damit den g„ngigen Empfehlungen aus der interkulturellen Kommunikation, figurative Sprache, Metaphern oder andere Stilmittel zu vermeiden. Dies ist nur eine von mehreren m”glichen Strategien zur Behandlung von subtilen Kulturmerkmalen. Welche Strategie jeweils angewendet werden sollte, ist fr jedes Element einer Internetseite einzeln zu entscheiden und h„ngt sowohl von der Zielgruppe als auch von den Zielen des Internetseitenanbieters ab. Anhand eines um den Faktor Kultur erweiterten Kommunikationsmodells wird erl„utert, wann welche Strategie besonders geeignet ist. Dabei flieáen Erkenntnisse aus Kulturforschung und Marketing mit in die Betrachtung ein. Dieses Buch bietet ein theoretisches Fundament fr die bewusste Handhabung von Kulturbesonderheiten in der Lokalisierung.

Oktober 2004 Gould, Emilie & Zakaria, Norhavati (2004), „Applying Cross-
Cultural Theory to Instructional Design“, URL: http://www.rpi.edu/~goulde/Yati/
Gould_Zakaria_paper_rev.doc, Abgerufen am 15. Juli 2004 Gould, Emilie;
Zakaria, ...

Kisi-kisi Paling Update SBMPTN 2015 Kelompok IPC/Saintek-Soshum

Inilah buku paling lengkap buat kamu yang akan mengikuti SBMPTN 2015. Di dalamnya memuat 5 paket soal asli SNMPTN dan SBMPTN Kelompok IPC/Saintek-Soshum dari tahun 2010-2014, lengkap dengan jawaban dan pembahasan. Selain itu, buku ini juga dilengkap dengan tiga paket soal try out dan dua paket akurat soal prediksi. Ingat, bahwa syarat lolos PTN dengan nilai yang tinggi adalah sering berlatih mengerjakan soal-soal SBMPTN terdahulu. Dengan strategi ini, kamu juga dapat mengetahui karakteristik dan pola soal yang sering muncul. Sebab, sudah bukan rahasia lagi bahwa tipe soal yang keluar tidak berbeda jauh dari soal-soal SBMPTN sebelumnya. -Ruang Kata-

Tim Penulis Bimbel Iim R.K., Ernawati, Tim Redaksi. Nila. Salim tidak ingin
didahului Harto 60. Rita siswa terpandai di kelas VI. Yati dan Harto bersebelahan
dengan Tini. Tia duduk di urutan terakhir. Siapakah yang duduk di urutan kedua?

Kisi-kisi Paling Update SBMPTN 2014 Kelompok IPS / Soshum

Buku ini berisi kumpulan soal dan pembahasan SBMPTN 2014 untuk kelompok IPS/Soshum 5 tahun terakhir dari tahun 2009-2013. Buku ini dilengkapi dengan tiga paket soal tryout SBMPTN 2014 Kelompok IPS/Soshum lengkap dengan kunci jawaban. Pelengkap lainnya adalah memuat 2 paket soal prediksi plus kunci jawaban. Disertakan pula informasi seputar SBMPTN 2014 dari waktu tes, jenis tes, cara menghitung passing grade, kolom penjurusan, dll.

Yati TES POTENSI AKADEMIK (TPA) 2010. D ke B, yaitu setengah jarak kampus
A ke kampus E. Kampus yang jaraknya paling jauh adalah .... A. Kampus A B.
Kampus B C. Kampus E D. Kampus D E. Kampus C Suatu keluarga mempunyai
 ...

Kisi-kisi Paling Update SBMPTN 2015 Kelompok IPS/Soshum

Inilah buku paling lengkap buat kamu yang akan mengikuti SBMPTN 2015. Di dalamnya memuat 6 paket soal asli SNMPTN dan SBMPTN Kelompok IPS/Soshum dari tahun 2009-2014, lengkap dengan jawaban dan pembahasan. Selain itu, buku ini juga dilengkap dengan tiga paket soal try out dan dua paket akurat soal prediksi. Ingat, bahwa syarat lolos PTN dengan nilai yang tinggi adalah sering berlatih mengerjakan soal-soal SBMPTN terdahulu. Dengan strategi ini, kamu juga dapat mengetahui karakteristik dan pola soal yang sering muncul. Sebab, sudah bukan rahasia lagi bahwa tipe soal yang keluar tidak berbeda jauh dari soal-soal SBMPTN sebelumnya. -Ruang Kata-

Tim Penulis Bimbel, Ernawati, Tim Redaksi Iim R.K.. Nila. Salim tidak ingin
didahului Harto 60. Rita siswa terpandai di kelas VI. Yati dan Harto bersebelahan
dengan Tini. Tia duduk di urutan terakhir. Siapakah yang duduk di urutan kedua?

Pluralisme, dialog, dan keadilan

tantangan berdemokrasi dalam negara Republik Indonesia

On pluralism and religious tolerance in Indonesia; collection of articles.

On pluralism and religious tolerance in Indonesia; collection of articles.

Fungsi keluarga dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia

Role of family education in increasing the quality of human resources in Jambi Province.

Di lokasi penelitian ukuran keluarga memang makin mengecil tetapi tingkatan
pendidikan anggota keluarga semakin ... Dalam hal ini nampaknya keluarga di
lokasi termasuk keluarga yang berhasil sebagai pendidik utama dan pertama ...

Nasionalisme dan Ketahanan Budaya di Indonesia

Sebuah Tantangan

Buku ini menjelaskan bahwa ‘nasionalisme Indonesia’ saat ini sedang dirunding masalah. Globalisasi dituduh sebagai penyebab dari luar karena mengakibatkan liberalisasi dan dominasi pasar bebas. Akan tetapi, tidak kurang pentingnya adalah faktor internal, khususnya desentralisasi/otonomi daerah yang salah sasaran, dan rusaknya tatanan sosial, hukum, dan politik bangsa akibat melemahnya integritas warga negara dan penyelenggara negara. Wujudnya muncul dalam wajah korupsi perilaku kolutif, dan konflik antaretnik yang seringkali pula mengatasnamakan agama. Kondisi ini mengindikasikan Indonesia sebagai negara-bangsa (nation-state) belum sepenuhnya terbangun. Ketahanan budaya Indonesia juga tengah menghadapi tantangan yang berat. Budaya-budaya daerah/lokal yang merupakan kesatuan dalam ikatan budaya nasional kian melemah sehingga dengan mudah diklaim oleh bangsa lain menjadi miliknya sendiri. Ironisnya, keadaan ini berlangsung tanpa pembelaan yang cukup dari negara. Melemahnya daya tahan budaya ditenggarai karena kegagalan kita sebagai bangsa menyikapi globalisasi secara cerdas sehingga mudah menerima dan menerapkan budaya asing yang beberapa aspeknya justru bertentangan dengan budaya bangsa kita sendiri. Nasionalisme yang kian memudar dan ketahanan budaya yang terus melemah berpotensi menggoyahkan bangunan ‘rumah Indonesia’ yang bersifat multietnik dan multikultural. Kontribusi dari buku ini adalah pada upaya mencari solusi dalam menjawab dua problem kontemporer tersebut melalui pendekatan politik, sosiologis, dan budaya.

Being a Javanese, a Sundanese, a Minangkabau, or whatever did not make any
difference, because all were natives. Thus the category of natives, which could
make sense only in terms of Dutch colonial domination, became the basis of new
 ...

Potret pengusaha etnis Cina di Kalimantan Barat

Profile of Chinese minority in West Kalimantan, Indonesia.

Mawas diri Pengaruh Sejarah Masa Kolonial Belanda Menurut Budi Susanto, SJ
, dalam buku Penguasa Ekonomi Dan Siasat Penguasa Tionghoa terbitan
Lembaga Studi Realino & Penerbit Kanisius Yogyakarta (1996) mengatakan,
bahwa ...