The Jerusalem Epistle (al-Risala al-Qudsiyya) is a small theological tract written by perhaps Islam's most influential thinker Abu Hamid al-Ghazali (d.1111/505). Written while living in Jerusalem, Ghazali sets out in four "cornerstones" (arkan) each with ten "foundations" (usul) what he takes to be the core Muslim doctrine a general believer must assent to. Although terse and short, the Jerusalem Epistle is layered with theological and philosophical arguments. This book contains an edited version of the original Arabic text of the Jerusalem Epistle followed by extensive notes to help the reader unpack the key notions and arguments for further study and systematic reflection. This is the first time a fully annotated edition of the Jerusalem Epistle has appeared in the English language.
Stative verbs adalah kata kerja yang menggambarkan keadaan atau situasi, dan
bukan suatu tindakan. Oleh karena itu, kata kerja stative ... kerja yang memiliki
makna berikut. a. Mengekspresikan emosi, misalnya: hate (benci), like (suka), ...
Masuk akal jika bank memberikan prioritas kepada calon nasabah yang
terpercaya, yang memberikan jaminan akan kembalinya uang atau yang
mempunyai kolateral. Tidak disarankan agar bank menyimpang dari aturan main
. Pastilah ...
Muslim bin al-Hajjaj bin Muslim al-Qusyairi al- Naisaburi, al-Jami' al-Sahih,
Mustafa al-Babi al- Halabi, Misr, 1960 M, Jil. 6, hlm. 264; dan Ahmad bin ... Badh
Ma'ani Kalam Rabbina al-Hakim al-Khabir, tanpa tarikh, Jil. 4, hlm. 587. 7. Al-
Qurtubi ...
Buku ini disusun dari berbagai sumber-sumber utama serta berkualitas mengenai sejarah peradaban dunia. Penyusunannya pun dibuat sedemikian rupa sehingga runtut sesuai alur sejarah itu sendiri. Berbeda dengan buku sejarah peradaban dunia sejenis, buku ini disajikan berdasarkan urutan peristiwa, sehingga pembaca sekalian terutama anak-anak, dapat memahami satu kenyataan, bahwa peristiwa apa pun yang terjadi dan membentuk peradaban, tidak dapat berdiri sendiri tanpa peristiwa sebelumnya yang melatari.
Patung Budha Bamiyan Persinggungan dengan banyak kebudayaan membuat
Afghanistan memiliki situs-situs kebudayaan yang luar biasa. Walaupun kita saat
ini lebih mengenal Afghanistan sebagai wilayah yang didominasi peradaban
Islam, sebetulnya Afghanistan pernah menjadi tempat penyebaran agama Budha. Bahkan menjadi salah satu pusat agama Budha terbesar pada masa
Dinasti Maurya berkuasa. Di sebuah lokasi yang terletak 230 km arah barat laut
ibu kota Kabul ...