Sebanyak 30239 item atau buku ditemukan

Mistik Ketimuran: Perjumpaan Hinduisme dengan Penghayatan Kebatinan dalam Budaya Jawa

Secara menyeluruh, budaya Jawa tidak dapat dipisahkan dri Hinduisme oleh karena lamanya periode Hindu di Pulau Jawa. Hinduisme dinilai meresap dengan mudah, yang kemudian mempengaruhi aspek kehidupan masyarakat setempat sampai saat ini. Dalam perkembangannya, penyebaran Islam, kekristenan, dan agama-agama lain yang ada di Tanah Jawa pun dibungkus oleh ajaran-ajaran terdahulu –hinduisme-, bahkan terkadang melibatkan aspek kejawen sebagai jalur perantara bagi penyebarannya. Dalam hal ini, salah satu peninggalan berharga bagi spiritual Jawa adalah seni menanggapi segala hal dengan roso. Bagi Penulis, roso inilah yang menjadi salah satu dasar dalam unsur mistik di Tanah Jawa dan akan diulas secara gamblang dalam buku ini. Melalui buku ini, pembaca akan diajak menyelami konsep Hinduisme sebagai penghubung dan analisis terkait kebatinan dan kebudayaan Jawa.

Carolus Lwanga Tindra Matutino Kinasih. Dalam masyarakat Jawa masa Islam
terbagi dalam dua penggolongan. golongan Santri dan golongan Abangan yang
juga terbagi dalam dua golongan, golongan wong cilik dan golongan priyayi.

DUNIA MISTIK ORANG JAWA

Mistik, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, adalah hal- hal gaib yang tidak terjangkau oleh akal manusia, tetapi ada dan nyata. Para antropolog atau sosiolog mengartikan mistik sebagai subsistem yang ada pada hampir semua sistem religi untuk memenuhi hasrat manusia mengalami dan merasakan bersatu dengan Tuhan. Mistik merupakan keyakinan yang hidup dalam alam pikiran kolektif masyarakat. Alam pikiran kolektif akan abadi, meskipun masyarakat telah berganti generasi (kecuali kalau masyarakat tersebut lenyap). Demikian pula dengan dunia mistik orang Jawa. Keyakinan ini telah hidup bersamaan dengan lahirnya masyarakat Jawa, diturunkan dari generasi ke generasi hingga kini. Dunia mistik orang Jawa yang dituliskan dalam buku ini hidup dalam alam pikiran orang Jawa pada sekitar tahun 1920-an yang direkam oleh Van Hien, seorang ahli Javanologi Belanda. Meskipun kehidupan alam pikiran orang Jawa kini telah berubah, perubahan tersebut tidak signifikan. Berbagai keyakinan terhadap hantu, tempat keramat, azimat, dan santet masih terus mengisi alam pikiran orang Jawa hingga kini.

Terlepas bahwa kata pluralisme dimunculkan pertama kali oleh Barat, sejatinya
nilai-nilai itu memiliki akar yang cukup kuat dalam ajaran Islam. Sebagaimana
disebut di atas, ayat-ayat dalam al-Quran dan Sunnah Rasul mengajarkan
dengan ...

Mistik dan makrifat Sunan Kalijaga

Islamic teachings of Sunan Kalijaga on sufism in Java Island in the 16th century.

Atau, alat yang diperlukan untuk pertumbuhan jabang bayi di dalam perut. Begitu
bayi dilahirkan, maka ... Karena basis kepercayaan mereka sebelum kedatangan
Islam, adalah pandangan dunia semata. Lain dengan pandangan Jawa.

Prinsip-prinsip pemerintahan dalam piagam Madinah ditinjau dari pandangan al-Qur'an