Sebanyak 30239 item atau buku ditemukan

Tafsir Al-Qur'an dalam Sejarah Perkembangannya

Al-Qur’ān telah final sebagai teks suci statis namun pemahaman manusia terhadap Al-Qur’ān, tumbuh berkembang dalam dialektika-dinamis. Al-Qur’ān merupakan suatu hal dan tafsir Al-Qur’ān adalah hal yang lain. Pergumulan pemahaman manusia terhadap Al-Qur’ān telah dipotret dalam panggung besar sejarah tafsir Al-Qur’ān. Ada momen sejarah yang terulang (sirkuler) dan ada momen progresif (linear) seiring perkembangan zaman itu sendiri. Itulah sifat sejarah sebagaimana juga sejarah tafsir Al-Qur’ān. Buku persembahan penerbit Prenada Media Group.

Al-Qur’ān telah final sebagai teks suci statis namun pemahaman manusia terhadap Al-Qur’ān, tumbuh berkembang dalam dialektika-dinamis.

Kaidah Ilmu Tafsir Al Quran Praktis

Sumber hukum islam yang pertama adalah Al-Qur’an didalam Al-Qur’an termuat wahyu Allah SWT., Pencipta alam semesta, yang ditujukan kepada ummat manusia. Ini merupakan message dari Allah SWT., kepada manusia. Karena itu, al-Qur’an menjadi sangat urgen bagi kita. Untuk berpegang teguh pada message tersebut, yang dibutuhkan pertama kali tentu memahami kandungannya. Untuk tujuan itulah, maka kandungan al-Qur’an tersebut harus dipelajari dengan mendalam. Kenyataannya, banyak orang telah menghabiskan banyak hidupnya untuk mengkaji al-Qur’an; membaca dan merefleksikannya dalam rangka membangun aspek fisik dan spirit mereka. Mereka juga telah menemukan makna dan implikasi baru untuk kepentingan mereka sendiri. Yang kedua, beberapa pengetahun yang secara spesifik mengenai pembahasan tersebut, yang berkaitan dengan message tadi adalah juga dibutuhkan untuk secara penuh memahami makna dan implikasinya. Meski, beberapa bagian dari pengetahuan spesifik ini bisa diambil dari al-Qur’an itu sendiri, namun bagian lain dari pengetahuan tersebut hanya bisa ditemukan melalui kajian dan research yang mendalam.

Buku Kaidah ilmu tafsir al Quran praktis ini diterbitkan oleh penerbit deepublish dan tersedia juga versi cetaknya.

STUDI KAIDAH TAFSIR ALQURAN

Menilik keterkaitan Bahasa Tekstual dan Makna Kontekstual Ayat

Studi Kaidah Tafsir Alquran: Menilik Keterkaitan Bahasa-Tekstual dan Makna-Kontekstual Ayat. Trilogi buku yang secara khusus membahas masalah ilmu tafsir ini sengaja kami suguhkan ke hadirat pembaca umum agar, setidak-tidaknya, tertarik untuk mempelajari muatan Alquran, sekalipun ”tidak akan menjadi mufassir beneran”. Bagi kami, trilogi buku tentang ilmu tafsir ini merupakan sesuatu yang mutlak dipelajari, khususnya oleh mahasiswa yang mendalami Alquran; umumnya oleh seluruh kaum muslim yang sudah melek baca-tulis Alquran. Mereka yang sudah mampu membaca Alquran dengan sedikit lancar, spiritualnya harus naik kelas, yaitu ia harus tertarik mendalami Alquran secara lebih intensif.

Studi Kaidah Tafsir Alquran: Menilik Keterkaitan Bahasa-Tekstual dan Makna-Kontekstual Ayat.

Kaidah Tafsir

Dengan menguasai bahasa Arab, atau merasa paham terhadap arti sejumlah ayat-ayat Al-Quran, atau memahami tema-tema tertentu yang dibicarakan dalam Al-Quran, sebagian dari kita mungkin menganggap dirinya sudah layak menafsirkan Al-Quran. Allah memang telah bersumpah dalam Surah al-Qamar (54): 17 bahwa Dia “mempermudah Al-Quran untuk menjadi pelajaran”. Namun, itu bukan berarti setiap orang dengan mudah dapat memahami secara benar kandungan dan pesan-pesan Al-Quran. Dalam ayat yang lain (QS. Âli ´Imrân [3]: 7) Allah juga mengingatkan kepada siapa saja yang ingin memahami pesan-pesan Al-Quran agar berhati-hati dan mempersiapkan diri. Sebab, di samping yang muhkam, ada juga ayat-ayat yang mutasyâbih. Dan Al-Quran tidak menunjukkan mana yang muhkam dan mana yang mutasyâbih. Untuk itu, diperlukan alat bantu agar pesan-pesan-Nya bisa dipahami secara benar sesuai konteks dan maksud ayat. Pembicaraan tentang alat bantu yang digunakan dalam memahami ayat-ayat Al-Quran tersebut selama ini terangkum dalam lingkup ilmu tafsir yang mencakup pembahasan kaidah tafsir. Jika “tafsir Al-Quran” adalah penjelasan tentang maksud firman-firman Allah sesuai dengan kemampuan manusia, “kaidah tafsir” dapat diartikan sebagai kaidah-kaidah yang membantu seorang penafsir dalam menggali makna atau pesan-pesan Al-Quran dan menjelaskan kandungan ayat- ayat yang muskil. Dan buku ini tentang kaidah tafsir itu: berisi penjelasan tentang syarat, kaidah, dan aturan yang patut diketahui oleh siapa saja yang ingin memahami pesan-pesan Al-Quran secara benar dan akurat. Ditulis oleh seorang pakar tafsir terkemuka, karya ini dapat dikatakan sebagai “buku pertama” dalam bahasa Indonesia tentang kaidah tafsir.

Dan buku ini tentang kaidah tafsir itu: berisi penjelasan tentang syarat, kaidah, dan aturan yang patut diketahui oleh siapa saja yang ingin memahami pesan-pesan Al-Quran secara benar dan akurat.

Tafsir Nusantara

Buku ini merupakan sebuah penelitian yang cukup mendalam tentang kajian tafsir Nusantara, khususnya dari perspektif gender. Dengan mengambil fokus pada dua mufassir besar Nusantara yang mewakili generasinya masing-masing, yakni 'Abd ar-Rauf Singkel dan M. Quraish Shihab, buku ini sedikit banyak mampu menjawab keraguan berbagai kalangan bahwa sesungguhnya kajian tafsir Nusantara pantas disejajarkan dengan kajian tafsir di pusat peradaban Islam itu sendiri.

Buku ini merupakan sebuah penelitian yang cukup mendalam tentang kajian tafsir Nusantara, khususnya dari perspektif gender.

Ilmu Tafsir : Sebuah Pengantar

Judul : Ilmu Tafsir : Sebuah Pengantar Penulis : Ahmad Sarwat, Lc., MA Terbit : Sat, 1 February 2020 Halaman : 104 hlm. Kategori : Ilmu Al-Quran & Tafsir Views: 56.809 views Share: | 502

Judul : Ilmu Tafsir : Sebuah Pengantar Penulis : Ahmad Sarwat, Lc., MA Terbit : Sat, 1 February 2020 Halaman : 104 hlm. Kategori : Ilmu Al-Quran & Tafsir Views: 56.809 views Share: | 502

Tafsir Ekonomi Kontemporer

Menggali Teori Ekonomi dari Ayat-Ayat Al-Qur'an

Buku ini berusaha menggali beberapa teori ekonomi yang terkandung di dalam ayat-ayat Al-Qur’an dengan menggunakan metode dengan pendekatan yang jarang dilakukan oleh penulis lain-nya yaitu pendekatan “tafsir ekonomi”. Di mana pendekatan “tafsir” merupakan pendekatan original yang selama ini digunakan oleh para ulama dalam menggali hukum, hikmah, dan ilmu yang terkandung dalam Al-Qur’an. Penggalian terhadap teori ekonomi tersebut dida-hului dengan mengeksplorasi beberapa kitab tafsir terkemuka baik yang berupa tafsir bil ma’tsur, seperti Tafsir ath-Thabari dan Tafsir Ibnu Katsir maupun tafsir bir ra’yi, seperti Tafsir Ruh al-Ma`ani dan al-Kasysyaf. Selanjutnya, penulis mengombinasikan beberapa pendapat di atas dengan beberapa teori ekonomi modern.

Buku ini berusaha menggali beberapa teori ekonomi yang terkandung di dalam ayat-ayat Al-Qur’an dengan menggunakan metode dengan pendekatan yang jarang dilakukan oleh penulis lain-nya yaitu pendekatan “tafsir ekonomi”.

Mengenal Tafsir Ahkam

Tafsir ahkam atau tafsir ayat ahkam merupakan salah satu pola penafsiran ayat-ayat al-Qur'an yang memfokuskan kajiannya pada ayat-ayat yang berpotensi menjadi dasar-dasar hukum fiqih. Dan karenanya pola tafsir ini juga disebut dengan tafsir fiqhy. M

Tafsir ahkam atau tafsir ayat ahkam merupakan salah satu pola penafsiran ayat-ayat al-Qur'an yang memfokuskan kajiannya pada ayat-ayat yang berpotensi menjadi dasar-dasar hukum fiqih.

Tafsir Al-Quran di Medsos

Mengkaji Makna dan Rahasia Ayat Suci pada Era Media Sosial (REPUBLISH)

Dunia berubah dengan sangat cepat. Dulu, kita harus berangkat ke majelis taklim untuk menyimak para ustaz atau kiai mengajar tafsir Al-Quran. Tetapi, kini para ulama yang mendatangi kita lewat gagdet. Kita bisa mengaji di mana saja, saat tengah terjebak macet, menunggu antrean panjang di bank, kafe, bahkan tempat tidur sesaat sebelum terlelap. Cara baru dalam berdakwah ini tentunya memudahkan bagi kita. Ada banyak sekali kajian-kajian Islam yang dengan gampang disebarluaskan lewat sekali klik. Tetapi, apakah semua yang kita baca lewat medos itu benar? Apakah kita bisa memilah mana kajian yang benar atau sekadar hoax? Prof. H. Nadirsyah Hosen, Ph.D. atau yang akrab dipanggil Gus Nadir, secara aktif mengamati fenomena para penafsir ayat Al-Quran yang semata mengandalkan terjemahan dan mengambil rujukan melalui medsos daripada kitab tafsir klasik dan modern. Beberapa di antaranya bahkan salah kaprah karena tidak memahami sejarah di balik turunnya ayat-ayat tersebut. Maka, melalui buku ini, Gus Nadir akan mengajak kita untuk betul-betul memahami konteks agar semakin menghayati dan memahami kitab suci. Tak hanya itu, kita akan dipandu untuk memahami metode-metode tafsir dan mengenal para penafsir Al-Quran di sepanjang peradaban Islam. [Mizan, Bentang Pustaka, Agama, Islam, Inpirasi, Religi, Motivasi , Indonesia]

H. Nadirsyah Hosen, Ph.D. atau yang akrab dipanggil Gus Nadir, secara aktif mengamati fenomena para penafsir ayat Al-Quran yang semata mengandalkan terjemahan dan mengambil rujukan melalui medsos daripada kitab tafsir klasik dan modern.

Tafsir Puisi Al-Qur'an

Buku Tafsir Puisi Al-Qur’an ini banyak mengandung manfaat dan kebaikan serta pengetahuan, Insyaallah dengan membaca buku ini anda akan mendapatkan pahala sebagaimana membaca Al-Qur’an, karena dalam buku ini sangat detail dijelaskan makna yang tersirat maupun tersurat dalam firman Allah SWT secara puitis, ditulis secara mendalam tafsir satu persatu sesuai nama surah yang ada di dalam Al-Qur’an. Misalnya saja dalam surah Al-A’raf yang menjelaskan jika golongan al-a’raf ini adalah mereka manusia yang amal kebaikan dan kejahatannya sama banyaknya juga bisa dimaknai dengan orang-orang yang diselamatkan oleh kebaikan-kebaikannya dari neraka. Namun terhalang oleh dosa-dosanya untuk masuk surga, sehingga dalam buku ini kita diajak agar untuk taddabur diri sebagaimana Ash-habul a’raf tidak merasa paling benar juga tidak merasa paling jahat, karena semua balasan masih menjadi rahasia Allah SWT, tidak boleh seorang hamba menilai orang lain selayaknya Tuhan, karena hanya Tuhan yang berhak menentukan di mana kelak kita akan ditempatkan.

Buku Tafsir Puisi Al-Qur’an ini banyak mengandung manfaat dan kebaikan serta pengetahuan, Insyaallah dengan membaca buku ini anda akan mendapatkan pahala sebagaimana membaca Al-Qur’an, karena dalam buku ini sangat detail dijelaskan ...